Apa itu Pekerjaan, Profesi dan Profesional?

07:13:09, 24 Februari 2021 by Administrator

Penjelasan Tentang Pekerjaan, Profesi dan Profesional  - Apa pengertian dari pekerjaan, profesi dan profesional? Simak pembahasaannya dibawah ini.

Pekerjaan

Pengertian

Pekerjaan adalah kebutuhan yang bersifat praktis untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lainnya misalnya kebutuhan ekonomi (sandang, pangan dan papan) dan kebutuhan psikis (rohani)

Tujuan

  • memenuhi kebutuhan hidup, meliputi sandang, pangan, papan
  • mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas, meliputi adanya lapangan pekerjaan
  • mengontrol gaya hidup, meliputi dapat mengatur, merencanakan dan mengontrol kegiatan apa yang akan dilakukan

Profesi

Pengertian

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi.

Contoh:

  • Pekerjaan staf administrasi : tidak termasuk dalam golongan profesi karena bekerja sebagai staf administrasi dapat dari berbagai latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman.
  • Sedangkan pekerjaan staf akuntan merupakan pekerjaan profesi karena mebutuhkan pendidikan akuntansi.

Pekerjaan vs Profesi

Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan keterampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja dan terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi.

Menurut Gilley Dan Eggland (1989) mendefinisikan profesi sebagai bidang usaha manusia berdasarkan pengetahuan, dimana keahlian dan pengalaman pelakunya diperlukan oleh masyarakat.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa profesi meliputi 3 aspek yaitu:

  • Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan atau keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan pada umumnya.
  • Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dengan keterlibatan pribadi yang mendalam dalam menekuninya.
  • Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengembangan profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi.

Sifat-sifat seorang pelaku profesi adalah :

  • Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya: Sebuah profesi akan mengandalkan suatu pengetahuan khusus yang dimiliki agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
  • Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan: Sebuah profesi dapat melakukan praktek-praktek atau kegiatan khusus sesuai tugas dan pekerjaan dengan baik dan tidak sekedar tahu banyak tentang teori tetapi mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan yang dilakukan.
  • Selalu menjunjungi etika dan integritas profesi: Setiap profesi terdapat suatu aturan yang disebut dengan kode etik profesi. Kode etik merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan.

Profesional

Seorang yang profesional adalah seseorang yang menjalankan profesinya secara benar dan melakukannya menurut etika dan sikap-sikap profesional.

Sikap-sikap profesional, diantaranya:

  • punya komitmen yang tinggi
  • tanggung jawab
  • berfikir sistematis: apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya
  • penguasaan materi: menguasai materi secara mendalam pekerjaan yang dilakukannya

Profesionalisasi atau proses profesional adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional.

Untuk mengukur profesionalisme diperlukan standar profesional, terdapat 4 pendekatan yaitu:

  • Pendekatan berorientasi filosofis
  • Pendekatan perkembangan bertahap
  • Pendekatan berorientasi karakteristik
  • Pendekatan berorientasi non-tradisional

Pendekatan 1: Orientasi Filosofi

Ada 3 hal pokok yang digunakan untuk mengetahui tingkat profesionalisme adalah:

  1. Pendekatan lambang profesional
    • Lambang dimaksudkan seperti sertifikat, lisensi dan akreditasi.
    • Sertifikat merupakan lambang bagi individu yang profesional dalam bidang tertentu. Contoh : pelatihan.
    • Lisensi dan akreditasi adalah lambang profesional untuk produk atau instansi. Contoh : lembaga pendidikan.
  2. Pendekatan sikap individu
    • Individu yang memberikan layanan yang memuasakan dan bermanfaat bagi pengguna jasa profesi tersebut. Sikap individu diantaranya: kebebasan personal, pelayanan umum.
  3. Pendekatan electic
    • Pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem dan pemikiran akademis.

Pendekatan 2: Orientasi Perkembangan

Ada 6 langkah proses yaitu:

  1. Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi
  2. Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya
  3. Terorganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi
  4. Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman atau kualifikasi teertentu
  5. Menentukan kode etik yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan
  6. Revisi pesyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu

Pendekatan 3: Orientasi Karakteristik

Ada 8 karakteristik pengembangan proses profesional, yaitu:

  1. Kode etik profesi sebagai aturan langkah bagi seorang profesional dalam menjalankan profesinya.
  2. Pengetahuan yang terorganisir yang emndukung pelaksanaan sebuah profesi
  3. Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus
  4. Tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi.
  5. Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lamang profesional
  6. Proses tertentu untuk memikul tugas dan tanggung jawab dengan baik.
  7. Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan ide diantara anggota.
  8. Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi mal praktek dan pelanggaran kode etik.

Pendekatan 4: Orientasi Non Tradisional

  • Diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik yang unik dan kebutuhan sebuah profesi.
  • Perlu dilakukan identifikasi elemen-elemen penting untuk sebuah profesi misalnya standarisasi profesi untuk menguji kelayakan.